|
VIVAnews - Pemerintah memprediksi produksi gula nasional tahun ini akan melorot 200 ribu hingga 300 ribu ton dari proyeksi awal.
"Kita perkirakan pada awal tahun produksi tahun ini mencapai tiga juta ton," kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Kelautan dan Pertanian Bayu Krishnamurti usai rakor terakhir menteri ekonomi di lingkungan kantor Menko Perekonomian Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2009.
Dengan demikian, total produksi gula nasional 2009 akan mencapai 2,73 juta hingga 2,75 juta ton. Namun, Bayu belum bisa memastikan angka prediksi tersebut akan terealisasi.
"Masih belum pasti. Minggu depan angka pastinya," ujarnya.
Meski demikian, Bayu mengatakan pemerintah akan memastikan stok gula nasional di akhir tahun mencapai satu juta ton untuk mencukupi kebutuhan selama empat hingga lima bulan untuk 2010.
"Jadi, sekarang kita sedang mengumpulkan stok dengan cara menambah impor," katanya.
Impor sebanyak 180 ribu ton dialokasikan kepada BUMN pabrik gula, serta 200 ribu ton untuk industri gula rafinasi dan percepatan impor 2010 sekitar 10 persen dari alokasi yakni 225 ribu ton.
Dikabarkan, alokasi impor raw sugar untuk BUMN pabrik gula tidak akan terealisasi mengingat musim giling akan berakhir.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menuturkan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap permasalahan impor tersebut. "Tapi tidak ada sanksi jika tidak terlaksana karena hal seperti ini sudah biasa," ujarnya.
antique.putra@vivanews.com