Ratusan Hektar Padi Terserang Hama Misterius
Ciri serangan hama itu, daun padi menguning, kemudian layu dan mengering.
Selasa, 9 Februari 2010, 18:54 WIB
Ita Lismawati F. Malau
Seorang petani tengah menata hasil padi panenannya (Antara/Jafkhairi)

SURABAYA POST – Ratusan hektar tanaman padi di Kabupaten Blitar terserang hama misterius. Hama yang dinilai tidak biasa ini menyerang tanaman padi di Kecamatan Srengat, Wonodadi dan Udanawu.

Serangan hama tersebut menyebabkan puluhan petani gagal panen. Salah seorang petani, Suroso (50), warga Desa Wonodadi, Kecamatan Wonodadi mengatakan, areal persawahan yang terserang hama dinilainya cukup luas. Serangan hama tersebut, awalnya seperti diserang hama wereng. Namun setelah dicek, hama tersebut bukan wereng namun jenis lain yang belum pernah diketahui jenisnya oleh petani.

Akibat serangan hama misterius tersebut, tanaman padi yang berumur dua bulan rusak dan kemudian mati. Ciri serangan hama itu, daun padi menguning, kemudian layu dan mengering. Tanaman padi dapat dilihat secara jelas kalau terserang hama misterius, setelah dicabut dan dari akar terlihat membusuk.

Apa penyebabnya, sampai saat ini para petani juga belum diketahui. Soal perawatan, kata Suroso, telah dilakukan sesuai ketentuan. Baik pemberian pupuk dan pengairannya. Namun begitu usia sekitar dua bulan, sebagian tampak menguning dan akhirnya kering. Batang padi ketika dicabut terlihat membusuk. Hama apa saya tidak tahu,” terang Suroso, Selasa (9/2).

Akibat serangan hama yang belum diketahui jenisnya itu, sejumlah petani resah. Apalagi hama itu sudah mewabah secara cepat di tiga kecamatan itu. Di samping itu, karena belum diketahuinya jenis hamanya maka obatnya uga belum diketahui apa yang cocok.

“Kami sudah menyampaikan kepada petugas PPL di Kecamatan Wonodadi tapi belum ada jawaban yang jelas. Kalau tidak segera ditemukan jenis hama dan obatanya, dikhawatirkan hama akan menyerang tanaman lain, seperti jagung dan lainnya. Karena itu, petani sangat resah dengan hama ini,” terangnya.

Dengan serangan hama ini, lanjut Suroso, ancaman kerugian sepertinya sudah di depan mata. Para petani bias memastikan gagal panen. Sejumlah petani sudah mencoba beberapa obat pembasmi yang sudah ada tapi belum dapat mencegah dan mematikan hama . Tanaman padi yang terserang tidak bisa tumbuh lagi secara normal.

Para petani di tiga kecamatan yang lahannya diserang hama misterius ini berharap Dinas Pertanian segera turun tangan sebelum penyakit ini menular ke daerah lain. Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Wonodadi, Bambang, mengatakan, saat ini pihaknya masih meneliti tanaman padi yang terserang hama tersebut. “Kalau sudah ditemukan jenis hamanya, diharapkan obatnya juga segera bias ditemukan,” jelas Bambang.

Laporan: Tri Iwan Widhianto

• VIVAnews
 
komentar
sigit
22/02/2010
mohon jika sudah ada penangkalnya akan hama tersebut kasih tau ya pak..... matus suwunnn
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.