Jelang Imlek, Buah Naga Laris Manis
Menjelang Imlek, banyak orang terutama warga Tionghoa mencari buah naga.
Selasa, 9 Februari 2010, 12:09 WIB
Amril Amarullah
Buah naga (Zainul Arifin | Surabaya Post)

SURABAYA POST -- Menjelang tahun baru Imlek 2561 yang jatuh pada 14 Februari mendatang, buah naga (dragon fruit) laris manis. Sejumlah petani buah di Probolinggo dan Lumajang pun mendapat berkah dari buah yang menjadi ciri khas Imlek itu.

”Menjelang Imlek, banyak orang terutama warga Tionghoa mencari buah naga ke lahan milik pesantren,” ujar H Machfud Sahal, Ketua Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) An Nur, Selasa (9/2).

Lembaga di bawah Pesantren An Nur, Kel. Sumbertaman, Kec. Wonoasih, Kota Probolinggo itu mengaku, kewalahan melayani pesanan buah naga. Yang jelas, buah naga itu bisa dipanen sejak Januari-April mendatang.

Kebetulan pesantren yang diasuh KH Shihabuddin itu mempunyai tiga petak tanaman buah naga. Yakni, sepetak dengan 550 patok (satu patok berisi 4 batang tanaman) di komplek pesantren yang ditanam sejak sekitar tiga tahun silam.

Selain itu Pesantren An Nur juga mempunyai petak tanaman dengan 100 patok di Kel. Kebonsari Wetan, Kota Probolinggo dan 300 patok di Desa Banyuanyar Lor, Kab. Probolinggo.

Dengan harga sekitar Rp 20.000/Kg, kata H Machfud, pihaknya menangguk keuntungan lumayan. Soalnya, setiap bulan buah naga bisa dipanen termasuk menjelang Imlek 14 Februari mendatang. Januari lalu, di komplek pesantren bisa dipanen sekitar 1,5 kuintal buah naga.

Selain untuk menyambut Imlek, banyak warga mengonsumsi buah naga karena memang banyak mengandung vitamin. ”Buah naga sangat baik untuk pencernakan hingga mengaluskan kulit,” ujar H Machfud.

Laris manisnya buah naga juga diakui H Ichsan Arguanto, petani dari Desa Wotgalih, Kec. Yosowilangun, Lumajang. Ia menanam buah naga sekitar 3 hektare di kawasan pantai selatan Lumajang. ”Menjelang Imlek, buah naga memang banyak dicari orang,” ujarnya.

Jejak sukses H Ichsan menanam buah naga di pantai selatan Lumajang pun kini diikuti sejumlah petani setempat. Bahkan, sejumlah petani di luar daerah juga memesan stek batang tanaman buah naga melalui H Ichsan.

”Di daerah gersang dengan tanah berpasir seperti di pantai selatan Lumajang, buah naga yang asalnya dari Amerika Selatan, kemudian berkembang di China dan Indonesia itu bisa tumbuh subur,” ujarnya. Perawatan tanaman jenis kaktus itu juga tidak terlalu sulit.
  
Suasana menjelang Imlek juga terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Probolinggo. Sejumlah toko menawarkan pakaian khas Tionghoa, juga jajanan seperi kue keranjang. Termasuk lampion, patung macan, hingga kartu ucapan ”Gong Xi Fat Choi”.

“Kami sengaja menjual barang-barang yang dibutuhkan warga saat merayakan Imlek, mulai pakaian, buah naga, kue keranjang, hingga lampion,” ujar Hasbun Wijaya, pemilik swalayan Sinar Terang, Jl. Dr Soetomo, Kota Probolinggo.

Swalayan lain di Jl. Dr Soetomo, Graha Mulia juga terlihat berbenah menyambut Imlek. “Selain warga, sejumlah instansi seperti perbankan banyak yang belanja pernik-pernik Imlek,” ujar Wati, seorang pramuniaga.

Wati menambahkan, sebagian warga membeli lampion dan kue keranjang. Sebagian lagi membeli patung macan, sebagai penanda shio macan. Tempat peribadatan Tri Dharma atau Kelenteng Sumber Naga juga terlihat berbenah menjelang Imlek. Sejumlah peralatan sembahyang seperti hio dan angpao juga sudah dijual.
 
Laporan: Ikhsan Mahmudi

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.