SURABAYA POST-Upaya pemberdayaan para penyandang cacat terus digelorakan kelompok ini. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan pembuatan pot bunga. Dari memproduksi barang ini, mereka memiliki ksibukan, keterampilan dan pendapatan. Sekarang ini ada 20 orang penyandang cacat asal Jombang, yang berkumpul untuk mendapat pelatihan.
Sugeng, Ketua Kompac Jombang, mengatakan, dengan diadakannya sejumlah pelatihan, diharapkan ke depan para penyandang cacat itu lebih bisa mandiri dan keberadaannya tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat sekitarnya. “Tujuannya sih biar orang seperti kami tidak menggantungkan hidup pada orang lain dan bisa berwirausaha,” kata Sugeng, Senin (14/12).
Sugeng, penyandang cacat yang sudah puluhan tahun menggeluti dunia pembuatan pot ini, menjelaskan, digelarnya pelatihan membuat pot bunga bukan tanpa alasan. Hal itu dipicu oleh keterpurukan ekonomi yang didera para penyandang cacat.
“Dengan bertambahnya keterampilan itu, saya berharap bisa mendongkrak derajat ekonomi teman-teman. Artinya, selepas pelatihan, masing-masing individu dapat mengembangkan hasil dari pelatihannya,” katanya.
Dengan meningkatnya penjualan bunga, lanjut Sugeng, secara tidak langsung akan meningkatkan permintaan pasar pot bunga. Kendati demikian, hal itu bukan tanpa kendala karena daya promosi yang dimiliki oleh para penyandang cacat sangat minim. Hal tersebut dipicu oleh keterbatasan fisik yang mereka miliki. “Sudah demikian, dukungan pemerintah daerah juga rendah, sehingga barang-barang yang diproduksi belum menyentuh pasaran yang lebih luas,” keluhnya.
Sugeng yang cacat sejak lahir ini menuturkan, dulu pemerintah pernah menggelar pelatihan. Namun sayangnya, pelatihan tersebut hanya seputar jahit menjahit sehingga kurang menyentuh kebutuhan para penyandang cacat, karena penyandang cacat di Jombang banyak yang tidak memiliki bakat jahit menjahit. Sementara, untuk membuat pot bunga juga menggantungkan pada pesanan. “Artinya, kalau ada yang pesan, baru kita memproduksi. Ya, itu semua karena kondisi fisik kita yang terbatas,” katanya.
Sutikno, salah seorang penyandang cacat lainnya, mengharapkan peran pemerintah dan pemilik modal agar hasil kerajinan membuat pot bunga bisa laku. “Terutama mencari pangsa pasar. Dengan pangsa pasar yang besar, penghasilan kaum penyandang cacat ikut meningkat pula,” katanya.
Paling tidak, lanjut Tikno, pemerintah mau membeli pot hasil karya penyandang cacat untuk dipasang ditepi ruas jalan di Kota Jombang. Selain itu, PKK juga mau membeli pot bunga dari para penyandang cacat. “Kalau ini dilakukan, tentu pendapatan kita meningkat. Kita bekerja semakin giat,” katanya. *
Laporan: Alam Samudra