|
SURABAYA POST - Kalau ada petani sekaligus pengrajin, pedagang, dan eksporter buah mangga, itulah Suli Artawi (54). Selasa (15/12), “Raja Mangga” dari Desa Alaskandang, Kec. Besuk, Kab. Probolinggo itu akan menerima penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Julukan “Raja Mangga” itu layak disandang Suli Artawi. Ia menjadi Ketua Kelompok Tani Sumber Bumi yang mengelola lahan mangga seluas 62 hektare. Suli juga dikenal sebagai pedagang dan eksporter mangga dengan omzet penjualan sekitar Rp 1,5 miliar per bulan.
”Benar, saya bakal menerima penghargaan dari Presiden SBY di Istana Negara, Selasa besok,” ujar Suli via handphone (HP)-nya, Senin (14/12) sore. Suli yang sudah berada di Jakarta itu mengaku, bakal menerima penghargaan Ketahanan Pangan, Bidang Hortikultura (buah dan sayur).
Meski malang-melintang di dunia budi daya dan perdagangan mangga sejak 1982 silam, Suli mengaku terkejut dengan penghargaan yang bakal diterimanya. “Saya kaget, karena tidak mendaftarkan diri tahu-tahu oleh Dirjen Tanaman Buah diusulkan untuk mendapatkan penghargaan,” ujarnya.
Suli masih ingat, bulan puasa (September) lalu, tim dari Deptan turun ke Probolinggo untuk menilai aktivitas Suli dan kelompok taninya. “Tim Deptan sempat kagum melihat kebun mangga milik kelompok yang berbuat lebat dan ranum,” ujarnya.
Suli juga dinilai secara konsisten mengekspor mangga ke Hongkong dan Singapura. Di pasar lokal, Suli mengirim mangga ke sejumlah kota besar seperti, Surabaya, Bandung, Jakarta, hingga Medan.
Sebelumnya, mantan Kepala Desa (Kades) Alaskandang itu pernah dua kali menerima penghargaan dari Mentan. Yakni, penghargaan sebagai pelopor mutu mangga di Probolinggo dan penghargaan untuk eksporter mangga asli Indonesia ke luar negeri pada 2008 lalu.
Suli berterus terang, dirinya prihatin dengan menurunnya kualitas mangga Probolinggo. “Dibandingkan mangga dari Nganjuk misalnya, mangga Probolinggo akhir-akhir ini kalah kualitasnya,” ujarnya.
Turunnya kualitas mangga Probolinggo dipengauhi perilaku petani sendiri yang kurang pengetahuannya tetang cara budidaya mangga. “Banyak mangga Probolinggo yang dipanen sebelum tua benar, sehingga kualitasnya jelek,” ujarnya.
Laporan: Ikhsan Mahmudi
• VIVAnews