Gerilya Jatim, Guruh Ingin Gantikan Mega
Hingga Sabtu malam 5 Desember 2009, sedikitnya 14 DPC resmi mendukung Guruh.
Sabtu, 5 Desember 2009, 22:00 WIB
Ismoko Widjaya
Guruh Soekarno Putra (baliwww.com)

SURABAYA POST – Guruh Soekarnoputra menggalang dukungan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP di Jawa Timur untuk menggantikan posisi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, yang tak lain mbakyu-nya sendiri.

Tim sukses Guruh Soekarnoputra, Zainal Abidin mengatakan Guruh sangat yakin akan mendapatkan dukungan seluruh DPC PDIP di Jatim. Hingga Sabtu malam 5 Desember 2009, sedikitnya 14 DPC resmi mendukung Guruh untuk maju dalam Kongres PDIP, April 2010 mendatang di Solo.

"Mas Guruh akan bertemu dengan seluruh pengurus DPC se-Jatim, besok di Ngawi sebelum balik ke Jakarta," kata Zainal Abidin di sela-sela acara Rapat Kerja Daerah PDIP Jatim dengan tema "Sosialisasi Hasil Rakernas VII PDIP dan Penyepakatan Jadwal" yang digelar di kantor DPD PDIP Jatim, Sabtu 5 Desember 2009.

Mantan anggota DPRD Jawa Timur ini menjelaskan, selain didukung oleh DPC di Jawa Timur Guruh juga dikatakan mendapat dukungan dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Papua. Selain mendapatkan dukungan dari beberapa DPC di 7 provinsi.

"Dalam pidatonya, memang Megawati memberi kesempatan Guruh untuk maju. PDIP memang memerlukan figur baru," kata Zainal.

Masih menurut Zainal, mengutip pernyataan Megawati sedikitnya ada tiga alasan yang mendukung Guruh untuk maju. Yang pertama, faktor usia. Megawati sulit untuk tetap memimpin PDIP ke depan. Yang kedua, PDIP membutuhkan regenerasi kepemimpinan, dan ketiga, untuk menyelamatkan PDIP.

"PDIP perlu segera diselamatkan, karena perolehan suara PDIP pada Pemilu 2009 lalu merosot tajam ditambah dia kali kegagalan Megawati dalam Pilpres," ungkapnya.

Diharapkan sosok Guruh dapat meneruskan amanat Soekarno dan bisa mengembalikan kejayaan PDIP. Terkait dengan pilkada, Ketua Pemenangan Pemilu DPP PDIP Tjahyo Kumolo menargetkan PDIP harus memenangkan 18 pilkada yang akan digelar di Jatim pada 2010 mendatang. Untuk itu, PDIP akan merekomendasi figur-figur yang memiliki elektabilitas tinggi.

"Yang akan direkom PDIP tidak harus kader. Bila ada kader yang memiliki elektabilitas tinggi tentu kami rekom.

Bila tidak ada, maka rekomendasi bisa diberikan pada nonkader," kata Tjahjo usai membuka rakerda. Sebelum memberikan rekomendasi, PDIP akan melakukan survei untuk melihat tingkat elektabilitas figur.

Laporan:  Siska Prestiwati

ismoko.widjaya@vivanews.com

 

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.