Polair Tangkap Kapal Angkut Minyak Tanah
Saksi melihat ada kejanggalan dalam proses penangkapan kapal tersebut.
Jum'at, 27 November 2009, 15:34 WIB
Elin Yunita Kristanti
Seorang pedagang menakar minyak tanah eceran (VIVAnews/Tri Saputro)

SURABAYA POST - Untuk kesekian kalinya, petugas satuan polisi laut dan air (polair) menangkap kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM). Kali ini, Kapal Motor (KM) Muna Eka Indah asal Kecamatan/Kepulauan Sapeken, yang mengangkut minyak tanah bersubsidi sebanyak 15 ton ditangkap petugas.

Kapal tersebut ditangkap petugas di perairan Pulau Manuk atau sudah 8 jam perjalanan laut dari Pelabuhan Kalianget. Rencananya, kapal tersebut menuju Kepulauan Sapeken.

Akan tetapi di tengah perjalanan petugas yang menggunakan kapal milik Mabes Polri, Jatayu menghentikan KM Manu Eka Indah merupakan kapal milik pangkalan minyak tanah Nur Lia. Kejadian penangkapan itu diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Sapeken, Joni (39).

Menurutnya, penangkapan kapal pengangkut BBM ini bukan yang pertama kalinya. Beberapa waktu lalu, ada beberapa kapal yang juga diamankan petugas satpolair.

Namun, dia menyesalkan penangkapan kali ini. Dia melihat ada kejanggalan dalam proses penangkapan kapal tersebut. Karena kapal tersebut memiliki izin untuk mengangkut BBM. ”Mereka sudah seringkali mengangkut BBM ke Sapeken dengan surat dokumen yang lengkap,” katanya.

Dikatakan, selain dokumen pengangkutan lengkap juga kapal tersebut memang dikhususkan untuk mengangkut minyak tanah bersubsidi. Tapi, saat kapal itu melintas di Pulau Manuk, kata dia, langsung dikejar Kapal Mabes Polri. ”Pemilik kapal tidak tahu apa kesalahannya. Malah kemudian kapal itu langsung ditarik ke Surabaya,” katanya.

Selain itu, kapal lain yang mengambil jalur Kangean dan sekitarnya tidak ada masalah. ”Selama ini hanya kapal minyak tanah yang menuju Sapeken yang diuber Satpolair,” sesalnya.

Dengan penangkapan kapal tersebut, maka tidak ada lagi pangkalan minyak tanah bersubsidi yang beroperasi. Dari tiga pangkalan yang ada di Sapeken semua masih dalam masalah. Satu pangkalan dalam proses perpanjangan dan dua lainnya ditangkap satpolair.

Hingga berita ini dikeluarkan tidak ada penjelasan resmi dari Satpolair Kalianget. Kasatpolair Kalianget, AKP. Ariyanto Agus Subekti enggan berkomentar. Sebab, yang melakukan penangkapan langsung dari Satpolair Surabaya. 

Penangkapan kapal tersebut disesalkan Anggota DPRD Sumenep asal kepulauan, Badrul Aini. Dia mengaku kecewa dengan sikap aparat penegak hukum yang tidak mempertimbangkan positif dan negatifnya penangkapan kapal bermuatan mitan bersubsidi tersebut.

Oleh: Ahmad Zahrir Ridlo

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.