RI Akan Bangun 17 Pabrik Gula Senilai Rp 10 T
Pabrik baru ini akan dibangun dengan kapasitas 10 ribu ton cane per day (TCD).
Rabu, 25 November 2009, 16:23 WIB
Heri Susanto, Elly Setyo Rini
  (Arief Priyono)

VIVAnews - Pemerintah Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II merencanakan akan membangun 17 pabrik gula baru selama lima tahun ke depan.

Menteri Perindustrian MS Hidayat memperkirakan investasi yang dibutuhkan melebihi Rp 10 triliun.

Pabrik baru ini akan dibangun dengan kapasitas 10 ribu ton cane per day (TCD) melalui penambahan lahan seluas 300 ribu hektar.

Dengan pembangunan 17 pabrik baru tersebut akan tercapai penambahan produksi gula sebanyak 2,28 juta ton.

"Dari 17 pabrik gula itu, sebanyak 10 pabrik akan dibangun BUMN dan sisanya oleh swasta," kata Hidayat saat Rapat Kerja dengan Komisi Perdagangan dan Perindustrian DPR RI, Rabu, 25 November 2009.

Pembangunan pabrik tersebut akan diarahkan kepada produksi gula mentah (raw sugar) dan bukan gula kristal putih. Itu karena konsumsi gula mentah masih didominasi oleh impor. Sebanyak 95 persen gula mentah untuk industri rafinasi berasal dari impor.

"Target kami, ke depan, industri rafinasi tidak menggunakan raw sugar impor," ujarnya.

Selain pembangunan pabrik baru, menurut Hidayat, berdasarkan koordinasi dengan Menteri Negara BUMN maka akan dilakukan revitalisasi pabrik gula, baik itu BUMN maupun swasta.

Revitalisasi pabrik gula BUMN akan meningkatkan produksi gula kristal putih dari 1,64 juta ton tahun 2009 menjadi 2,28 juta ton di tahun 2014 dengan mempertahankan areal tanaman tebu seluas 295 ribu hektar.

Sedangkan revitalisasi pabrik gula swasta akan meningkatkan produksi gula kristal putih dari 1,03 juta ton tahun 2009 menjadi 1,14 juta ton di tahun 2014 dengan mempertahankan areal tanaman tebu seluas 155 ribu hektar.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.