Ditemukan, Peninggalan Majapahit Terbesar
Sisa-sisa kebesaran Majahapit di Trowulan terus dikaji Tim Investigasi Majapahit (TIM).
Rabu, 25 November 2009, 10:04 WIB
Elin Yunita Kristanti
temuan keris di lokasi penggalian (Surabaya Post)

SURABAYA POST - Lokasi Pusat Informasi Majahapit (PIM) yang sebelumnya dikenal dengan nama Museum Trowulan kian banyak dikunjungi tamu. Termasuk peneliti yang serius mengamati benda-benda yang berserakan, salah satunya pecahan tembikar yang baru saja ditemukan pada penggalian di selatan gedung PIM.

Hasil dari penggalian di atas lahan seluas 1.200 itu memang terbilang luar biasa. Ada 157.944 benda kuno yang sebagian berupa pecahan. Hampir semua benda kuno yang dimiliki masyarakat pada masa itu ditemukan, mulai keris, mata tombak hingga alat pembuat mata tombak.

Peralatan rumah tangga kuno juga ditemukan. Berikut sisa-sisa lantai dan dinding rumah. Temuan-temuan itu menandakan lokasi yang digali merupakan wilayah padat penduduk. Ketua TIM Profesor Mundardjito, Rabu (25/11) mengatakan, penggalian ini memang menghasilkan temuan yang mengagetkan. Selain cukup banyak, temuan mewakili benda-benda masa Majapahit.

Temuan paling mencengangkan adalah ribuan mata uang kuno China. Dari berbagai lokasi yang menyebar, saat ini sudah terkumpul 60 ribu koin. ”Bahannya terbuat dari perunggu dan berlubang di bagian tengahnya,” terang arkeolog dari Universitas Indonesia (UI) ini.

Penemuan ini menandakan Majapahit pernah memiliki hubungan khusus dengan negeri Tirai Bambu. Itu diperkuat sejumlah keramik China yang ditemukan dalam kondisi sudah terpecah. ”Temuan struktur bangunan dan benda-benda lainnya saya kira sudah lengkap. Rumah berikut miniaturnya, dan relief-relief,” katanya.

Sepanjang sejarah, penemuan ini terbilang paling besar. Menurutnya, lokasi galian yang terbagi menjadi 300 kotak yang masing-masing berukuran 2 X 2 meter itu merupakan tempat penggalian yang paling banyak ditemukan struktur-struktur bangunan dan benda-bena kuno. ”Iini penggalian terbesar sepanjang sejarah. Jika ingin mendapatkan kesimpulan utuh, penggalian harus diperluas lagi,” cetusnya.

Inayah

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.