TNI AL Gadungan Tipu 11 Gadis Lewat Facebook
Kebanyakan korban dicari lewat situs jejaring sosial Facebook.
Sabtu, 21 November 2009, 16:15 WIB
Ismoko Widjaya
ED, TNI AL gadungan (Surabaya Post/Fiqih Arfani)

SURABAYA POST - Memanfaatkan ketegapan badan dan seragam TNI Angkatan Laut yang dibelinya dari Pasar Turi, ED menipu 11 wanita. Kebanyakan korban dicari lewat situs jejaring sosial Facebook. Bahkan korban terakhirnya adalah Kapolsek Mulyorejo Ajun Komisaris Polisi Herlina.

Namun, langkah Kapolsek ini hanyalah upaya polisi untuk menyergapnya. Kapolsek sudah menyiapkan rencana penjebakan untuk si TNI AL palsu ini.

"Bu Kapolsek mengaku bernama Puspa dan mengajak janjian di halaman parkir Asrama Haji. Saat ketemuan itulah, polisi yang sudah menyebar ke lokasi langsung menyergapnya," ujar Kepala Unit reserse dan Kriminal Polsek Mulyorejo, Aiptu Suparmin, Sabtu 21 November 2009.

Layaknya prajurit, ED memang berbadan tegap, rambutnya cepak dan berperawakan tinggi besar. Dengan seragam biru-biru, orang pasti akan mengiranya sebagai anggota TNI AL.

Apalagi di pundaknya juga tersemat balok tiga warna kuning yang menandakan pangkatnya yang kapten. Di saku pelaku terpasang kartu identitas bertuliskan "Departemen Pertahanan" beserta foto identitasnya. Di lengan kirinya juga ada badge tanda KOARMATIM. Sepatunya juga mengkilat hitam.

"Seragam itu dipakai hanya untuk meyakinkan korbannya saja agar lebih percaya dan segan," tambah Suparmin. ED ketika ditemui di Mapolsek, mengaku mengenal korban-korbannya melalui situs jejaring sosial facebook.

Total sebelas wanita dari berbagai daerah sukses dikencaninya. Tak hanya itu, sepeda motor milik korban juga berhasil dijualnya. "Saya cuma niat dapat motornya saja. Setelah dapat, motor saya jual ke Jember seharga Rp 2-3 juta," ucap ED.

Modusnya, korban diajak ketemuan lalu ditraktir makan dan diajak nonton bioskop. Selanjutnya, ED berpura-pura meminjam motor beserta STNK-nya. Ketika itulah ED membawa lari motor kemudian tak kembali.

"Motor saya jual lalu saya belikan minyak Syeckh Sholihin. Minyak itu saya pakai untuk usaha sendiri," tutur tersangka yang mengaku sudah tiga tahun berprofesi sebagai TNI gadungan.

Sasaran utamanya memang kaum hawa. Kata dia, wanita mudah diperdaya dan dikelabui. "Kalau sama laki-laki saya takut," ucapnya sambil tersenyum.

Laporan: Fiqih Arfani

• VIVAnews
 
komentar
pedro
23/11/2009
Polres lamongan menyidik anak sekolah dibawah umur 21 th karena berkelahi dan ditahan 20 hr dan 10 hr skrg ditahan di kejaksaan. apakah penahanan penyidik utk anak2 sama dg org dewasa silakan cek
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.